Tampilkan postingan dengan label Tips Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2012

Kemampuan Motorik Kasar pada Anak






                    Setelah kita tau tentang Motorik Halus pada Anak, nah...sekarang kita cari info yuk tentang Motorik Kasar. Motorik Kasar lebih luas lagi mengkombinasikan gerakan kaki dan tangan.

Beberapa tahapan perkembangan motorik kasar si kecil : merangkak, berjalan, memanjat, melompat, berlari.

Lalu bagaimana caranya agar motorik kasar anak berkembang pesat ? Rajin-rajinlah bunda memberi stimulus agar anak bebas beraktivitas. Dampingi buah hati ketika bergerak bebas namun jangan bersikap over protective.

Merangkak
Gerakan ini biasanya mulai dilakukan bayi ketika berusia 7 bulan ke atas. Namun tidak semua bayi melewati fase ini. Gerakan merangkak memperkuat tulang belakang.

Berjalan
Banyak orang tua berharap harap cemas ketika menginjak usia 12 bulan, bayi belum juga menunjukkan kemampuan berjalan. Jangan panik bunda, terus latihlah si kecil dengan menuntunnya, merambat di dinding, dll. Periksakan ke klinik tumbuh kembang jika usia 18 bulan, bayi belum menunjukkan kemampuan berjalan.

Kemampuan motorik kasar lain yang perlu dikembangkan adalah memanjat, melompat , naik turun tangga, dll.

Memang di usia ini sangat melelahkan untuk bunda, tapi hasilnya kelak akan sangat berpengaruh bagi perkembangan buah hati anda. Berikan ruang gerak yang bebas, namun tetap utamakan keselamatan si kecil

Motorik Halus Anak



             Bunda, apa sih pengertian motorik halus pada si kecil ? Perkembangan motorik halus sangat penting untuk anak-anak. Motorik halus adalah aktivitas yang erat kaitannya dengan ketrampilan menggunakan jari jemari. Contohnya : menggunting, menjumput, menyendok, dll

             Kemampuan motorik halus ini adalah dasar dari kemampuan menulis kelak. Jadi, kalau bunda melihat anak-anak mulai suka mencoret-coret jangan dibatasi ya. Arahkan saja agar aktivitas coret coret tersebut tidak membahayakan diri anak. Hati-hati dengan pensil yang runcing. Berikan media yang tepat untuk anak berekspresi dengan coretannya.

            Latih terus ya Bunda kemampuan motorik halus si kecil dengan aneka ragam aktivitas yang melibatkan koordinasi jari jemarinya. Misalnya memegang benda dengan sumpit, memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, dll.

            Jangan Lupa ! Selalu ciptakan suasana yang menyenangkan pada saat anak belajar melatih motorik halusnya.